Kemenristek Dikti Harap Semua Kampus Buka Prodi Profesi Insinyur

Agus Puji Prasetyono

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili oleh Staf Ahli Menrisatekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas, Agus Puji Prasetyono, mengatakan Indonesia sekarang ini masih minim profesi insinyur dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Keberadaan insinyur kita sangat butuhkan untuk menopang pembangunan infrastruktur dan industri. Kebutuhan insinyur di Indonesia tahun ini sebanyak 50 ribu orang. Tapi, kita baru punya 19 ribu. Kita sangat kurang, maka itu kita akan percepat,” ujar Agus di sela-sela acara Laungching Program Profesi Insinyur di UMI, Rabu (8/3/2017).

Menurutnya, Program Profesi Insinyur sangat dibutuhkan untuk membangun indonesia yang mandiri dalam pembangunan ekonomi dan industri. “Kita memprediksi bahwa tahun 2030 indonesia ada di peringkat 7 di dunia yang ditopang dengan industri, untuk itu diperlukan SDM yang trampil,” katanya.

Untuk itu, kata Agus, maka program profesi insinyur perlu dilakukan itu secara masif. “Saya kira semua perguruan tinggi yang punya jurusan teknik diharap bisa membuka profesi insinyur,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Industri UMI, Zakir Sabara mengatakan, UMI merupakan perguruan tinggi satu satunya di Indonesia Timur yang diberikan mandat uintuk membuka PPI. “Untuk itu kami akan menggenjot keberadaan insinyur dengan program studi Program Profesi Insinyur yang terdiri dari program pendidikan regular,” ujarnya.

Kata Zakir, program ini akan dibuka paling cepat semester I tahun ajaran 2017/2018 dan program rekognisi pengalaman lampau (RPL) mulai semester II 2016/2017.

Zakir menambahkan, ada pun persyaratan yang harus ditempuh untuk mengikuti prodi Program Profesi Insinyur diantaranya berlatar belakang S1 teknik. “Lalu pengalaman kerja di bidang keinsinyuran lebih dari dua tahun,” ungkapnya.(CelebesOnline)

Related Blogs